I Was There For You

Background 154

PG-15!

Ji mengetukan jari telunjuknya pada permukaan meja, kepalanya terangguk-angguk menikmati lagu, sementara rambutnya ikut bergoyang seirama nada.

Taehyung datang dari kejauhan, menyajikan racikan minuman yang katanya ‘special‘ untuk Ji. Dia tersenyum seraya menyodorkan gelas kaca tersebut, “Have a good time, lady.” Ji tersenyum tipis mebalasnya, tanpa menghentikan gerakan kepalanya karena begitu larut dalam lantunan musik. Matanya melihat laki-laki muda(bocah itu masih di bawah 20 tahun sebenarnya) menembaknya dengan kedipan sebelah mata yang menggoda.

Namun tentu saja dia tidak menganggap itu hanya untuknya, karena Ji sudah sering mendapatkannya dari Taehyung, apalagi dia sudah tahu tabiat bocah belang itu—menggoda semua perempuan cantik  yang berkunjung kemari. “Kau yang paling mengertiku, Vee.” Ujar Ji membubuhkan nama panggilan Taehyung dipaling akhir katanya.

Karena memang kenyataannya, untuk saat-saat sulit seperti ini, hanya bocah itu yang tidak memberikan larangan-larangan omong kosong seperti teman atau keluarganya. Ji bukan seorang yang candu minum tapi ada waktu di mana hanya minuman itu yang dapat meredakan pusing di kepalanya.

Tugas kuliah menumpuk akhir-akhir ini, presentasi sebulan tiga kali cukup membuat otaknya mengkerut, dan bertengkar dengan Seokjin—kekasihnya—makin memperburuk keadaan. Ji agak lelah dengan kehidupannya, dan malam ini dia ingin melepaskan sejenak beban-beban tersebut.

Ia sampai menolak ajakan makan(traktir) teman-temannya hanya untuk pergi ke ‘diskotik’ dan membeli segelas alkohol. Walaupun Ji tidak yakin hanya akan membeli segelas, biasanya dia di luar kendali dan membeli berbotol-botol.

Lagu di tempat itu, malam ini menggugah selera musiknya. Ji tidak akan bisa disangkal soal kegemarannya dalam menari, bahkan dia mengikuti beberapa kelas tari kontemporer sampai sekarang. Dan ketika menari dia dapat membedakan mana musik yang empuk di telinga dan mana yang terlalu monoton.

Taehyung sudah pergi menjauh untuk meracik minuman bagi pelanggan lainnya. Sementara alunan musik milik Maroon5 berjudul Maps yang baru dia ketahui kemarin masih mendengung di telinganya.

Ji segera turun ke lantai dansa dan menari sepuasnya di sana. Beberapa kali ia berganti pasangan menarinya, atau ia akan bergelut dalam lengkungan tari sendiri sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara.

Hatinya tidak pernah bisa berbohong untuk menyukai tempat ini, terakhir kali Ji pergi ke sini dan bercerita tentang kekesalannya pada Taehyung adalah empat bulan yang lalu. Waktu yang cukup lama bagi—

 

Tuk!

 

Ji menggerang kasar ketika kepalanya berdenyut-denyut dan serasa ingin meledak dalam hitungan detik. Matanya butuh waktu semenit untuk bisa fokus terhadap sesuatu dan dia hanya mendapati tubuhnya berbalut selimut.

Selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya dan ranjang empuk yang setia menopang. Ji sadar kalau dia tidak ingat apa yang terjadi kemarin malam setelah menari-nari di lantai dansa, kepalanya sakit ketika berusaha kembali ke malam kemarin. Belum saja selesai kebingungannya, ia dikagetkan bukan main saat menemukan dirinya terbangun di tempat asing seperti hotel.

Kepalanya menoleh ke kiri kala indera pendengarannya menangkap gerakan-gerakan mengeliat dari sana. Dan matanya positif melebar, mendapati seorang laki-laki tengah menguap dengan santainya.

“Oh, kau sudah bangun ya,” laki-laki itu berujar setelah melihatnya. Tidak ada satu pun respon terkejut seperti yang Ji rasakan dan dia hampir pingsan karena terbengong-bengong memandang laki-laki itu.

“Kita ada di kamar hotel, lantai 8, nomor 812. Kau bisa menghubungi orangtuamu dan memberitahu keberadaanmu.”

Laki-laki teraneh yang pernah Ji temui sepanjang hidupnya.

Lagian mana ada laki-laki yang berani bangun lebih siang setelah meniduri perempuan yang tidak dia kenal—walaupun Ji masih tidak yakin dan tidak mau terima kalau sampai dia ditiduri. Atau setidaknya, laki-laki itu akan kabur atau tidak bersikap setenang ini, oke?! Dia terlalu tenang sampai membuat kepala Ji makin pusing!

“K-kau..”

“Oh, kita tidak melakukan apapun kok semalam. Aku hanya numpang tidur di sini,”

Pantas saja. Ji mengangguk meski dia belum pasti mengerti semua penjelasan tersebut, tapi kata ‘tidak melakukan apapun’ telah membuatnya cukup tenang. Ji menatap mata laki-laki itu, dan tidak ada satu dari mereka yang beranjak dari ranjang. Yang ada hanya keduanya tiduran dan saling berhadapan.

“Junkook,”

“Ji,”

“Hmm, Ji?”

“Ya, panggil saja begitu.”

“Oookay,”

“…”

“…”

“…”

“Aku senang mengenalmu, omong-omong kemarin kita mabuk berat dan terbawa arus sampai ke sini untuk bermalam.” Ji tidak sepenuhnya mendengar apa yang Junkook katakan karena sejak beberapa detik yang lalu dia rasa dia jatuh cinta pada lengkungan garis rahang Jungkook dan matanya yang tajam.

Ji tidak akan malu lagi, mengakui Junkook tampan. Ya, dia tampan dilihat dari segi mana pun. Meski kurang sopan tentang tidur satu ranjang seenak jidatnya.

“Halo? Aku berbicara dengan Ji, kan?”

“Y-ya,”

“Aku menyukaimu, kalau kau mau tahu.”

PERNYATAAN MACAM APA INI?

“Tapi aku sudah punya pacar,”

“I don’t care,”

“Iya sih, aku sedang bertengkar dengannya.”

Junkook menaikan sebelah alisnya dan mulai mengulum senyumnya yang menawan. Ji sudah mulai tergila-gila dengan segala apa yang Junkook lakukan. Dia gentle dan imut dalam waktu bersamaan.

“Jadi…, aku tinggal di dorm daerah Gangnam.”

“Oh,”

“Nomor teleponku, sudah ada di dalam teleponmu.”

“…”

“Aku kuliah jurusan seni dan bisnis,”

“Oke, oke cukup. Aku juga menyukaimu,” Ji rasanya ingin melupakan pacarnya yang tinggal status. Yeah, kurang bertanggung jawab memang, tapi mau bagaimana lagi? Jungkook terlalu…blablabla—kau tahu-lah—untuk ditolak.

Yeah, so let it start—“

 

Entahlah, kesimpulannya, Ji kurang bisa mencerna apa yang terjadi padanya minggu ini.

2 thoughts on “I Was There For You

  1. CICIIIIIIL!!
    seperti biasa kamu nyampein cerita di fanfict tuh asik banget gayanya 😀
    ya walaupun aku gatau siapa itu Taehyung dan Jungkook dan Ji, itu malah aku bayangin aja Yoona-Sehun-Chanyeol :p (oke ini efek dari YoongEXO banget -__-)
    dan yeay! si Ji jadian (?) juga kan sama si Jungkook? aku kira ini beneran smut hahaaa , shock juga kalo kamu beneran nulis smut .-.
    keep writing yaaa ❤

    • enggalahh, aku kan masih di bawah umur untuk nulis smut beneranXD
      enggak tau Taehyung sama Jungkook ya??? coba cari deh di internet, mereka member boyband baru dan mukanya gak bisa dibilang jelek kok><
      Thankyou for commenting yaaaaaa^^

Leave a reply please^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s