Sepasang sepatu

PicsArt_1416652497099

A little fanfiction made by Cicil. About Park Chanyeol and Im Yoona. 100words drabble just for fun^^ hope you like it!

[Recomended song for(harus didengerin yaa#maksaceritanya#)backsound this fiction: tulus-sepatu]

.

 

“Yoong, aku menyukai sepatu akhir-akhir ini.” Chanyeol memulai pembicaraan dengan sedikit hal yang kurang masuk akal. Menyukai sepatu?

“Hmmm, maksudmu?” Yoona menggoyang-goyangkan tangannya yang menggenggam tangan Chanyeol. Kedua pasangan itu sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dengan bekal nekat karena mereka tidak membawa uang cukup banyak. Mayoritas orang Asia lebih suka berbelanja, bukan?

“Aku bersyukur ada orang yang menciptakan sepasang sepatu untuk kita berjalan.”

Yoona masih belum mengerti.

“Aku ingin jadi sepatu kanan, kau harus jadi sepatu kiri.”

“Kenapa?”

“Karena artinya kita selalu bersama, tanpa kau disisi kiriku, aku tidak akan dipakai.”

 

 

 

 

Jadi hubungan Chanyeol dan Yoona seperti sepasang sepatu, ya?

Continue reading

I Was There For You

Background 154

PG-15!

Ji mengetukan jari telunjuknya pada permukaan meja, kepalanya terangguk-angguk menikmati lagu, sementara rambutnya ikut bergoyang seirama nada.

Taehyung datang dari kejauhan, menyajikan racikan minuman yang katanya ‘special‘ untuk Ji. Dia tersenyum seraya menyodorkan gelas kaca tersebut, “Have a good time, lady.” Ji tersenyum tipis mebalasnya, tanpa menghentikan gerakan kepalanya karena begitu larut dalam lantunan musik. Matanya melihat laki-laki muda(bocah itu masih di bawah 20 tahun sebenarnya) menembaknya dengan kedipan sebelah mata yang menggoda.

Namun tentu saja dia tidak menganggap itu hanya untuknya, karena Ji sudah sering mendapatkannya dari Taehyung, apalagi dia sudah tahu tabiat bocah belang itu—menggoda semua perempuan cantik  yang berkunjung kemari. “Kau yang paling mengertiku, Vee.” Ujar Ji membubuhkan nama panggilan Taehyung dipaling akhir katanya.

Karena memang kenyataannya, untuk saat-saat sulit seperti ini, hanya bocah itu yang tidak memberikan larangan-larangan omong kosong seperti teman atau keluarganya. Ji bukan seorang yang candu minum tapi ada waktu di mana hanya minuman itu yang dapat meredakan pusing di kepalanya.

Tugas kuliah menumpuk akhir-akhir ini, presentasi sebulan tiga kali cukup membuat otaknya mengkerut, dan bertengkar dengan Seokjin—kekasihnya—makin memperburuk keadaan. Ji agak lelah dengan kehidupannya, dan malam ini dia ingin melepaskan sejenak beban-beban tersebut.

Ia sampai menolak ajakan makan(traktir) teman-temannya hanya untuk pergi ke ‘diskotik’ dan membeli segelas alkohol. Walaupun Ji tidak yakin hanya akan membeli segelas, biasanya dia di luar kendali dan membeli berbotol-botol.

Lagu di tempat itu, malam ini menggugah selera musiknya. Ji tidak akan bisa disangkal soal kegemarannya dalam menari, bahkan dia mengikuti beberapa kelas tari kontemporer sampai sekarang. Dan ketika menari dia dapat membedakan mana musik yang empuk di telinga dan mana yang terlalu monoton.

Taehyung sudah pergi menjauh untuk meracik minuman bagi pelanggan lainnya. Sementara alunan musik milik Maroon5 berjudul Maps yang baru dia ketahui kemarin masih mendengung di telinganya.

Ji segera turun ke lantai dansa dan menari sepuasnya di sana. Beberapa kali ia berganti pasangan menarinya, atau ia akan bergelut dalam lengkungan tari sendiri sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara.

Hatinya tidak pernah bisa berbohong untuk menyukai tempat ini, terakhir kali Ji pergi ke sini dan bercerita tentang kekesalannya pada Taehyung adalah empat bulan yang lalu. Waktu yang cukup lama bagi—

 

Tuk! Continue reading

For Morning Breakfast

background 321

PG–15!

“Oh My God, what are you doin?”

“Nothing, just wanna hug you.”

“Stop it, Dobi or I’ll kill you.”

“…”

“Ya, go away from me!”

“Don’t want.”

“Park Chanyeol…”

“Okay, okay. Stay cool, baby.”

“Just stay like this, if you don’t wanna get your breakfast.”

“Why are you always say like that to me?”

“Because I love you.”

“Ugh, don’t go anywhere. I’ll be back soon.”

 

Continue reading

Okay? [3]

YoongEXO

poster okay 3

Presented By Cicil

Yoona with EXO

Genre: Romance, angst, hurt

Rated: SU

Length: Chapter

Disclaimer: I dont own the cast, but the story is actually mine.

{Yoona agak terharu mendapati eratnya pertemanan di antara mereka, meski masing-masing tidak tahu orangtua kandung mereka siapa, dan kenapa mereka dipertemukan di rumah ini, mereka bahkan telah menjadi lebih dari yang seharusnya saudara lakukan.}

View original post 4,430 more words

Period

poster period

“Apa ketika kulitku mulai mengkerut dan mataku beranjak mengabur, kau masih setia?”

 

Presented by Cicil

starring Yoona and Chanyeol <500words, genre: life, romance rating G

 

 

Continue reading

Okay? [2]

YoongEXO

poster okay 2

Presented By Cicil

Yoona with EXO

Genre: Romance, little fluff

Rated: SU

Length: Chapter

Disclaimer: I dont own the cast, but the story is actually mine.

aku melupakan ke-delapan anak itu! Bodoh sekali, ke mana mereka sekarang? apa mereka berpencar lagi? Lalu aku harus mencarinya lagi? Satu-persatu? Ya ampun, kapan makan siang akan jadi kalau begini caranya.

View original post 2,317 more words